Awarded & Published Works

Di Balik Lembar Selat Tsushima – 1905

Semuanya berawal dari pengumuman sederhana—lomba fanfiction di acara Shinrin Yoku no Bunkasai. Awalnya aku ragu untuk ikut. Tapi ketika membaca temanya, muncul ide di benakku: bagaimana jika kisah fiksi digabungkan dengan peristiwa sejarah? Dari situlah cerita Mitsuha dan Taki lahir—dua jiwa yang saling terhubung di tengah kekacauan perang.

Aku tidak menulisnya sendirian. Karya ini aku tulis bersama Jovita, teman sekelasku yang punya semangat cerita yang sama. Kami berdiskusi, saling lempar ide, dan merangkai kisah ini dengan penuh rasa. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari proses kreatif, dan aku bersyukur bisa mengalami pengalaman menulis tim yang begitu menyenangkan.

Menulis Selat Tsushima – 1905 bukan hanya sekadar mengirim karya lomba; ini adalah proses emosional. Kami membaca ulang sejarah pertempuran di Selat Tsushima, menelusuri kisah asli Kimi no Na Wa, lalu membayangkan ulang tokohnya dalam dunia penuh kehilangan, kenangan, dan perpisahan. Setiap adegan yang kami tulis membuat kami merasa hadir bersama mereka—di medan perang, dalam keheningan hati, dan di tengah keputusan yang menghancurkan.

Kemenangan ini bukan semata soal peringkat, tapi soal keberanian untuk menuangkan gagasan, riset, dan perasaan menjadi satu karya. Fanfiction ini menjadi salah satu tulisan yang paling aku banggakan, bukan hanya karena menang, tapi karena aku belajar banyak—tentang menulis, tentang sejarah, dan tentang bagaimana fiksi bisa menghidupkan sesuatu yang jauh sekalipun.

Baca Selat Tsushima – 1905

khailafebriana18@gmail.com

Share
Published by
khailafebriana18@gmail.com

Recent Posts

The Metamorphosis – Franz Kafka, dari sudut pandangku

Buku ini aneh—tapi justru di situlah daya tariknya. Ketika aku membaca halaman pertama dan mendapati…

6 months ago