Stories written for others, where their voices meet my pen.
Rintiknya selalu menggangguku namun tak pernah mengusik kami.
Bertemunya adalah obat segala sakitku yang disebabkan manusia tak bertanggung jawab.
Gentle fragments of thought and feeling, softly laid on paper.
Beberapa anak memang menyesal, namun lebih banyak anak yang abadi kesalnya.
Rembulan menghina kita yang bertaut tanpa terikat.
Words that found their stage—through competitions and published projects.
Dimana pertemuan pertama menjadi pertemuan terakhir. Karya yang menjadi pemenang ketiga.
Buku aneh yang ternyata berdampak besar ke diriku.